Pengaturan Pola Makan Melalui Food Combining Untuk Kesehatan Pencernaan Selama Berpuasa ( Reportase Workshop Yoga & Food Combining Bersama Erikar Lebang )

Wednesday, 25 July 2012 15:34

Share this post

Puasa secara bahasa berarti menahan diri, dari segala hal yang membatalkan, sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.Tingkatan puasa paling awal adalah menahan diri dari makan dan minum. Dua hal ini berkaitan dengan pengendalian fisik manusia dan paling bisa diukur dibandingkan dengan dua tingkat lain yang lebih tinggi, puasa panca indera dan puasa hati nurani.

Meskipun baru tingkatan awal, jika puasa makan dan minum dilaksanakan dengan baik, maka kondisi fisik seseorang menjadi lebih berkualitas. Pada akhirnya, akan mendukung pada pengendalian emosi yang lebih baik pula.


Berbicara tentang makan dan minum ketika puasa, tidak bisa terlepas dari pembahasan mengenai kesehatan pencernaan.Apalagi, selama bulan Ramadhan, hanya ada dua waktu makan.Dengan demikian kondisi pencernaan harus terjaga dengan baik agar puasa lancar hingga saat berbuka.Topik mengenai kesehatan pencernaan selama puasa ini dibawakan dengan menarik oleh praktisi Yoga dan Food Combining, Erikar Lebang, hari Minggu lalu di YOGA LEAF CENTER, Bandung.

FOOD COMBINING

Faktor utama dari pencernaan yang sehat pastilah makanan itu sendiri.Namun, seringkali kita tidak menyadari fakta-fakta baru mengenai makanan dan cara mengonsumsinya untuk meningkatkan kualitas hidup.Dalam workshop lalu, banyak penjelasan yang cukup membuat para peserta melongo.

Pada dasarnya, manusia dikaruniai Tuhan tubuh yang luar biasa canggih dan bisa mengatur dirinya sendiri (homeostatis).Kondisi ini hanya bisa tercapai jika derajat keasaman tubuh mendekati netral (pH 7.35-7.45). Namun, pola hidup dengan mengonsumsi makanan masak pada umumnya akan membuat derajat keasaman tubuh menjadi asam.

Pada saat tubuh bersifat asam inilah sering terjadi masalah pencernaan yang berujung pada timbulnya berbagai macam penyakit.Untuk mengubah sifat tubuh ke titik netral kembali, perlu pola makan tepat yang dikenal dengan food combining.

Food combining (FC) sendiri bukanlah sekedar diet, namun merupakan pola makan sehat alami yang mendukung seluruh organ tubuh dapat bekerja dengan baik, sehingga kesehatan terjaga. Ada tiga hal utama yang menjadi dasar FC:

1.    Cara makan

Ada kekeliruan dari cara makan pada umumnya yang telah diterapkan selama ini. Ternyata, tubuh memiliki kemampuan mencerna yang optimal, hanya jika makanan yang dikonsumsi merupakan padanan yang serasi.Karbohidrat dan protein hewani bukanlah padanan yang dianjurkan, dibandingkan dengan gabungan karbohidrat-protein nabati-sayuran atau protein hewani-sayuran.

Penggabungan karbohidrat/pati dengan protein hewani akan membingungkan lambung, karena keduanya memiliki sifat keasaman yang berbeda. Karbohidrat bersifat basa/alkali, sementara protein hewani bersifat asam. Sementara gabungan protein hewani dan sayuran (terutama sayuran mentah) lebih “aman” karena sayuran mengandung enzim alami yang dapat membantu proses pencernaan,

2.    Waktu makan

Tubuh memiliki siklus yang dikenal dengan Ritme Sirkadian yang meliputi:
-    Siklus Pencernaan (pukul 12.00 – 20.00)
Pada rentang waktu inilah saat yang dianjurkan untuk makan “berat” yang sesuai dengan kaidah FC (padanan serasi), karena enzim pencernaan & organ pencernaan berfungsi optimal.
-    Siklus Penyerapan (pukul 20.00 – 04.00)
Dalam periode ini, tubuh memfokuskan energi untuk penyerapan hasil pencernaan. Itulah mengapa pada rentang waktu tersebut sebaiknya digunakan untuk tidur, agar proses penyerapan bisa optimal.
-    Siklus Pembuangan (pukul 04.00 – 12.00)
Dalam kurun waktu tersebut, secara alami, tubuh membuang sisa pencernaan yang tidak diserap. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan “berat” akan mengakibatkan energi tubuh terbagi, sehingga pembuangan tidak optimal dan mengakibatkan gejala seperti sembelit, dll.Ada baiknya meminum air putih hangat dengan perasan jeruk lemon, sesaat setelah bangun pagi.Hal ini merupakan reward bagi organ pencernaan yang telah bekerja berat sepanjang malam, terutama hati.Air hangat + perasan lemon aman untuk lambung, karena bersifat basa.

3.    Apa yang dimakan

Berdasarkan siklus tubuh, pemilihan jenis makanan akan mengoptimalkan pencernaan secara keseluruhan. Pola FC lebih mengutamakan pemilihan makanan segar, seperti buah dan sayuran segar. Buah dianjurkan dikonsumsi untuk sarapan.

Mengonsumsi buah segar pada saat sarapan bisa dianggap bertolak belakang dengan keyakinan sebagian besar orang. Padalah, buah segar mudah dicerna serta merupakan sumber air, nutrisi, mineral, kaya akan enzim alami dan mengandung kalori yang cukup. Lebih jauh lagi, buah segar merupakan bahan makanan pembentuk basa, selama:
-    Dikonsumsi dalam keadaan bersih;
-    Matang sempurna;
-    Tidak dimakan bersama makanan lain (terutama diberi pemanis); dan
-    Tidak diproses berlebihan (dimasak/dipanaskan).


Mengapa sayur dan buah segar?

Satu hal yang sering terlewatkan dari perhatian adalah makanan segar mengandung enzim alaminya sendiri. Enzim alami ini bisa dimanfaatkan oleh tubuh untuk memelihara sel-sel. Namun, fungsi ini bisa hilang bila buah dan sayur dimasak dalam proses yang panjang sebelum disantap, karena enzim bersifat tidak tahan panas dan rusak dalam pengolahan panjang.

Pengetahuan tentang enzim telah diajarkan di sekolah menengah.Akan tetapi belum banyak dimengerti dalam penerapannya, berdasarkan pola makan yang umum sekarang.

Manusia pun memiliki enzim pencernaan, hanya saja jumlahnya terbatas. Mengonsumsi makanan yang masih mengandung enzim alami akan menjaga ketersediaan enzim dalam sistem pencernaan. Di sisi lain, ketika tubuh mencerna makanan tanpa enzim (makanan awetan, dimasak lama, dll), tubuh akan lebih lelah karena cadangan enzim pencernaan terkuras. Pada akhirnya akan memperpendek masa pakai organ tubuh dan memperpendek usia.

Selain memperpendek usia, makanan tanpa enzim juga dapat mengakibatkan penyakit2 yang berkaitan dengan system autoimun. Menurut salah seorang naturophaty, akhir-akhir ini lebih banyak orang menderita penyakit seperti leukemia, lupus, dll.Ia percaya bahwa penyebabnya adalah banyak mengonsumsi makanan awetan. Makanan awetan tanpa enzim diperlakukan tubuh sebagai musuh, sehingga tubuh akan mengaktifkan alarm pertahanan. Jika tubuh terlalu sering di stimulasi dengan cara ini maka sistem daya tahan akan berbalik menyerang tubuh itu sendiri.

Faktor lain yang perlu diperhatikan untuk membuat tubuh bekerja normal adalah air. 75% tubuh manusia bersifat cair, sehingga membutuhkan asupan air yang cukup agar tetap berfungsi dengan baik. Air yang dibutuhkan tubuh hanyalah air putih berkualitas dan tidak bisa digantikan oleh minuman lain.

Kopi, teh, maupun minuman lain tidak memenuhi kebutuhan tubuh. Bahkan, teh dan kopi bersifat diuretik, atau mengakibatkan kita lebih banyak buang air kecil, sehingga mengurangi cadangan air.Dengan demikian, setelah mengonsumsi teh atau kopi, kita perlu minum air putih sebanyak 1 s/d 3 kali minuman tersebut.

Air putih sebaiknya diminum secara berkala untuk mencegah terjadinya dehidrasi yang akan mengganggu keseimbangan fungsi tubuh, termasuk pencernaan. Hindari minum ketika sudah haus, karena rasa haus adalah pertanda tubuh telah mengalami dehidrasi parah. Usahakan minum air 1 jam sebelum makan, dan sedikit saja setelah atau ketika makan. Terlalu banyak air dan makanan pada saat yang bersamaan akan membuat lambung tidak dapat bekerja dengan baik.

Selama melaksanakan puasa, asupan makanan perlu betul-betul dijaga, agar kondisi tubuh tetap fit sehingga meningkatkan pula kualitas puasa Ramadhan secara keseluruhan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan FC ketika berpuasa antara lain:

1.    Disarankan untuk makan sahur dengan 2-3 macam buah segar yang kaya serat, berair dan matang sempurna (matang pohon). Setiap jenis buah memiliki kandungan gizi yang berbeda, dengan mengkombinasikan beberapa jenis sekaligus akan melengkapi kandungan gizi yang masuk ke dalam tubuh.
2.    Makan sekedarnya (tidak terlalu banyak) setelah jeda 15 menit kemudian. Terlalu banyak makan akan mengganggu siklus pembuangan (pukul 04.00-12.00) karena tubuh juga harus menyalurkan energi untuk mengolah makanan tersebut. Hal ini justru akan membuat tubuh menjadi lemas lebih cepat, karena energi lebih banyak terkuras.
3.    Hindari sahur dengan makanan awetan karena tidak mengandung enzim alami.
4.    Minum air putih lebih banyak saat sebelum makan, untuk menghindari perut kembung dan gangguan lainnya.
5.    Berbuka dengan makanan/minuman manis alami. Konsumsi gula berlebihan justru akan memperberat kerja pencernaan, dalam hal ini termasuk pemanis lain seperti madu ataupun susu kental manis.
6.    Makan malam dengan kaidah FC, dengan tidak menggabungkan protein hewani dengan karbohidrat dan perbanyak sayuran segar. Untuk memenuhi selera lidah, sayuran masak bisa dikonsumsi sedikit. Jika sulit menghilangkan karbohidrat dari menu makanan, cara yang sederhana adalah menyusun menu karbohidrat + protein nabati + sayuran.


Dengan memperhatikan pola makan berdasarkan prinsip FC, sistem pencernaan secara keseluruhan akan terjaga dan tetap optimal. Didukung dengan pola hidup yang sehat, maka akan meningkatkan kualitas hidup tiap individu termasuk pula kualitas ibadah puasa yang sedang dijalankan.


( Di tulis oleh Pitra Moeis yang juga telah mempraktekkan pola makan Food Combining selama bertahun-tahun ).

Buka Puasa dengan Strawberry Smoothies & Buah Potong

Main Course: Raw Food Meal ( Rainbow Salad, Vegetable Chilli Mix, Cauli Flower Rice )

Comments  

 
0 #8 renny 2013-10-23 11:05
mbak Ratna, pagi hari memang disarankan hanya konsumsi sayur/buah, diawali air perasan jeruk niis/lemon. dan makan sayur/buah memang membuat ceat kenyang, sekaligus cepat laar lagi. memang sebaiknya sejak pagi hingga pk 12, kita makannya buah atau jus sayur, dan lakukan saja terus hingga berulang berapa kalipun ga masalah, baru k 12 bisa makan protein/karbo nya :)
Quote
 
 
0 #7 ratna 2013-06-05 05:55
Saya mencoba FC, pagi cuma minum jus buah jam 7 pagi. Tapi badan berasa lemas, letih, dan lesu. Sebelum jam 9 pagi sudah merasa kelaparan.KEnapa bisa begitu ya?
Quote
 
 
0 #6 Lynda Widjanarko 2013-04-24 07:45
Saya ikut seminar singkat tentang Food Combining pada hari Sabtu tanggal 20 April di PIM. Apakah ada kelas khusus yang membahas tentang Food Combining ?. Saya berminat untuk ikut.
Terima kasih.
Quote
 
 
0 #5 Warisa QP Harahap 2013-02-25 05:16
smoga saya juga bisa menerapkan hal yang sama seperti diatas ,salam knal saya risa 20 thun dari medan
Quote
 
 
0 #4 ujie 2012-08-31 17:11
Ikuti berita2 kami terus mbak dgn mendaftar newsletter Yoga Leaf (bisa subscribe lewat laman depan situs ini) agar tidak ketinggalan informasi terkini kami cu!
Quote
 
 
-1 #3 Putri Wijayanti 2012-08-30 03:13
Please inform me jika ada event/seminar sejenis.

Thank you.
Quote
 
 
0 #2 ujie 2012-07-27 02:34
Terima kasih mbak Yune atas apresiasinya nanti akan saya sampaikan juga k mas Erik. Sampai jumpa lagi di event2 kami berikutnya
Quote
 
 
-1 #1 yune w tanuwidjaja 2012-07-26 08:46
Sy merasa sangat beruntung bisa ikut workshop FC ini, sangat berguna dan menyehatkan... menu buka puasa (Smooties + Buah Potong + Raw Food Meal) ternyata bikin kenyang sampai waktu mau sahur...ck ck keren banget... Sukses & maju terus Erikar Lebang & teh Uji menyehatkan masyarakat indonesia....
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh